Sehingga, sirkuit ini tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk drag race, namun juga slalom mobil.
Sedana Arta mengaku, tahap awal sirkuit drag race membutuhkan anggaran Rp 6,5 miliar.
Mengenai rencana pembangunan ini, pihaknya telah melakukan pemaparan di depan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), H Bambang Soesatyo.
"Dari IMI Pusat akan mendampingi konsultasinya dari sisi keamanan dan keselamatan secara gratis. Karena mereka punya ahlinya," ucap Sedana Arta.
Sedana Arta menambahkan, kedepan apabila sirkuit ini memiliki antusias yang tinggi, maka tahap kedua pada bagian luar akan dikembangkan menjadi lintasan motocross.
Baca Juga: Catat Tanggal dan Syarat Ikut Balap Liar yang Difasilitasi Polda Metro Jaya
"Kebetulan di samping lokasi pembangunan ini merupakan tebing-tebing. Sehingga cocok untuk dikembangkan sebagai lintasan motocross," ungkapnya.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli, I Wayan Lega Suprapto mengatakan sesuai rencana lokasi pembangunan sirkuit berada di wilayah Desa Landih, Bangli.
Alasan dipilihnya lokasi ini karena agak sulit mencari lokasi yang cocok dengan wilayah kota.
Lega menambahkan, lokasi yang dipilih ini cukup luas serta memiliki tebing, sehingga kedepan bisa dikembangkan untuk motocross dan sebagainya.
Bahkan, kemungkinan bisa menjadi daya tarik wisata baru.
Mengenai prosesnya saat ini, Lega mengaku untuk Detail Engineering Design (DED) sudah dibuat.
Tinggal proses sewa lahan dan pembangunannya.