Yono Sulistyo menilai kenaikan harga ini wajar menilik hukum supply and demand.
General Manager Fave Hotel Langko ini juga berkaca pada perhelatan MotoGP di Sepang, Malaysia.
“Di Malaysia itu, kalau ada MotoGP, kamarnya yang sebelumnya Rp 300 ribu naiknya bisa sampai Rp 900 ribu,” ungkap Yono Sulistyo.
Kenaikan harga ini menurutnya bukan karena monopoli salah satu atau beberapa agen perjalanan yang bekerja sama dengan hotel-hotel di Mataram.
Sebab, dia juga membatasi pemesanan dari satu agen perjalanan.
Baca Juga: Gubernur NTB Peringatkan Pelaku Usaha Jelang MotoGP Indonesia 2022 Di Sirkuit Mandalika, Ada Apa?
“Kita juga tidak mau satu agen ambil sampai lebih setengah total kamar, pasti dibagi-bagi biar semuanya kebagian,” jelasnya.
Sejauh ini, pemesanan kamar hotel di Mataram untuk MotoGP Indonesia 2022 sudah melebihi 90 persen.
Pemesannya, antara lain dari perusahaan, klub otomotif atau pribadi.
“Memang ada yang inginnya menginap di satu hotel tertentu, ada juga yang pesan karena yang penting ada kamar menginap,” sebut Yono.
Untuk memanjakan para tamu yang menonton MotoGP Indonesia 2022, hotel anggota AHM menyiapkan standar pelayanan aman dari Covid-19 sesuai sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE).
Pihak hotel juga menyediakan ammenities dan akses oleh-oleh khas Lombok bernuansa MotoGP Indonesia 2022.
Baca Juga: Kapolda NTB Bernazar, Bikin Pengamanan Kelas Dunia Saat MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika