Dalam kerja sama itu, nanti akan dibuat standarisasi tempat tidur dan fasilitas lain.
Dari 3.500 rumah tersebut, semuanya memiliki dua kamar, bahkan ada yang lebih.
Jika dalam satu kamar ada dua bed, maka masing-masing rumah memiliki 4 tempat tidur.
Dengan asumsi tersebut, maka dari 3.500 unit rumah tersebut tersedia 14 ribu tempat tidur yang bisa disewa penonton.
”Ini untuk menambah jumlah akomodasi,” sambungnya.
Baca Juga: Jelang MotoGP Indonesia 2022, Tribun Sirkuit Mandalika Didatangkan Dari 2 Negara Ini
Berdasarkan hasil diskusi dengan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, dari 50 ribu penonton MotoGP Indonesia 2022 akan diupayakan 10 ribu orang berasal dari NTB.
Sehingga mereka tidak membutuhkan kamar penginapan.
Skenario tersebut menjadi salah satu strategi untuk mengurangi kekurangan kebutuhan kamar.
Cara lain untuk mengantisipasi kekurangan kamar, kata Abdullbar, pemerintah akan mengupayakan kapal pesiar dengan kapasitas 1.000 sampai 2.000 orang.
”Ini akan sangat membantu juga, mereka berada di Pelabuhan Gili Mas dan penonton bisa datang ke sini (Mandalika) bus, ” ucap Abdulbar.
Upaya terakhir, ITDC juga akan menggandeng komunitas glamping dan camping.
Sebab banyak juga penonton MotoGP merupakan anak-anak muda yang terbiasa camping.