Ia kerap membagikan aktivitasnya pada media sosial pribadinya seperti Instagram dan TikTok.
Indra Kenz pernah menghebohkan media sosial karena membeli mobil listrik mewah Tesla cuma perkara iseng dan tidak bisa tidur.
Sederet mobil mewah yang ia miliki dikabarkan seperti Lamborghini Huracan, BMW 520i F10, Maserati Quattroporte, BMW Z4, dan Ferrari F149 California.
Di luar kekayaan dan koleksi kendaraan mewah keduanya, kini mereka dikabarkan akan dipolisikan.
Hal ini karena mereka dianggap menjadi affiliator di binary option dan banyak orang yang merasa tertipu oleh mereka.
Indra Kenz (Instagram)
Keberadaan para afiliator ini bertugas untuk mengajak masyarakat melakukan trading di platform binary option, kemudian akan mendapatkan komisi.
Dari kabar yang beredar, komisi yang didapat para afiliator bisa mencapai 70% dari transaksi pengguna yang kalah atau merugi, sisanya baru akan masuk ke kantong broker.
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing secara tegas mengatakan keberadaan para afiliator sebenarnya telah melanggar peraturan perundang-undangan di Indonesia, salah satunya UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
"Di pasal 9 di katakan di sana, pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan suatu jasa secara tidak benar, seolah-olah menawarkan suatu yang mengandung janji yang belum pasti. Ini kan janji-janji yang belum pasti, ini pelanggaran terhadap UU Perlindungan Konsumen," kata Tongam dikutip dari Kontan.co.id.
Gak cuma itu, afiliator juga melanggar UU Nomor 32 tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.
Hal ini lantaran disebutkan di pasal 57 bahwa setiap pihak dilarang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi pihak lain untuk melakukan transaksi kontrak berjangka, dengan cara membujuk atau memberi harapan di luar kewajaran.