Find Us On Social Media :

Hidup Mati Driver Ojol Tergantung Bintang, Kalau Dikasih Segini Langsung Anyep

By Ahmad Ridho, Rabu, 9 Februari 2022 | 13:15 WIB
Sepi ramainya orderan driver ojek online (ojol) tergantung pemberian bintang dari pelanggan (foto ilustrasi) (Kompas.com)

MOTOR Plus-online.com - Hidup mati driver ojol tergantung bintang dari pelanggan, kalau dikasih segini langsung anyep (sepi order).

Saat ini keberadaan driver ojek online (ojol) sangat membantu masyarakat.

Mau pesan makanan, kirim paket sampai mengantar penumpang semua bisa dilakukan.

Setelah proses pengantaran biasanya pelanggan memberikan bintang kepada driver ojol atas performanya.

Semakin besar bintang yang diberikan konsumen, semakin baik penilaian driver ojol tersebut.

Tapi kalau dikasih bintang sedikit, bisa mengganggu pemasukan si driver ojol tersebut.

Sistem bintang atau rating yang diberikan pelanggan ibarat sebuah nyawa untuk pengemudi ojek daring.

Rating dianggap sebagai tolak ukur kepuasan pelanggan atas pelayanan pengemudi ojek daring dalam menggunakan layanan transportasi daring tersebut.

Baca Juga: Video Oknum Driver Ojol Gondol HP di Dashboard Motor, Korban Malah Menuduh Orang Lain

Satrio, pengemudi ojek daring yang berdomisili di Rawa Belong, Jakarta Barat, mengatakan bahwa sistem bintang atau rating sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan performa pada aplikasi ojek daring.

"Berpengaruh banget sama performa akun, apalagi kalau ada yang kasih bintang di bawah 3, pasti langsung anyep (sepi orderan)," kata Satrio saat dihubungi, Selasa (8/2/2022).

Tingkat perfoma pada aplikasi ojek daring tentu akan berpengaruh pada pendapatan harian pengemudi.

Karena itu, Satrio berharap pelanggan melihat pelayanan yang diberikan oleh pengemudi sebelum memberi penilaian.

"Mending sekalian kasih bintang 5 atau tidak sama sekali sekalian, soalnya walaupun itu dikasih bintang 4 tetap berpengaruh ke performa akun," ungkapnya.

Ketika seorang pengemudi mendapatkan rating yang rendah sampai mendapat bintang satu, maka kemitraan mereka dapat terancam.

Perusahaan ojek daring dapat menangguhkan akun bahkan memutus pengemudi ojek daring itu sebagai mitra.

Satrio mengatakan, ada beberapa mekanisme jika akun pengemudi ditangguhkan oleh perusahaan terkait.

Baca Juga: Setelah Viral, Ibu yang Maki-maki dan Kasih Bintang 1 ke Driver Ojol Lakukan Ini 

"Awalnya biasanya ada peringatan, terus masih bisa narik, tapi kalau sampe kena suspend, satu-satunya cara itu banding ke pihak aplikator," ujarnya.

"Tapi kalau banding ditolak, ya sudah paling tunggu sampai suspend-nya kelar baru bisa narik lagi," sambung Satrio.

Zulfikar, pengemudi ojek daring di kawasan Puri Indah Mall, Kembangan, Jakarta Barat, mengaku pernah mendapatkan penilaian rendah dari pelanggannya.

"Dulu pernah saya dikasih bintang 2, akhirnya sempat sepi orderan saya di hari itu," ucap Zulfikar.

Zulfikar mengungkapkan bahwa dirinya tidak sepenuhnya melakukan kesalahan ketika memberikan pelayanan ojek daring.

"Pas saya lihat keluhannya ternyata karena bungkusan makanannya sudah penyok," kata Zulfikar.

"Seharusnya dia komplain ke pihak restoran, artinya itu kan ada kesalahan di pihak resto bungkusan makanannya tidak bagus," imbuhnya.

Zulfikar berharap ada pembenahan dalam sistem bintang atau rating dari perusahaan jasa ojek daring. "Kalau bisa harus dicek lagi, betul enggak sepenuhnya salah ojek, harus benar-benar adil dalam penerapannya, jangan memberatkan salah satu pihak," ungkapnya.

Baca Juga: Dimaki-maki dan Dikasih Bintang 1, Driver Ojol Serbu Rumah Pelanggan di Cirebon 

Sementara itu, terkait DKI Jakarta yang berstatus pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, Satrio mengatakan hal itu tidak begitu berpengaruh pada performa akunnya.

"Kalau saya cuma ambil orderan makanan, bukan penumpang. Alhamdulillah dari PPKM yang dulu tidak begitu terpengaruh, mungkin orang yang WFH (work from home) malah lebih sering pesan makanan lewat aplikasi," tutur Satrio.

Menurut Satrio, pada saat penerapan PPKM, penurunan pendapatan sangat begitu terasa oleh pengemudi ojek daring yang mengambil layanan pengantaran penumpang.

"Teman-teman yang lain khususnya yang narik penumpang mungkin berpengaruh, karena tidak ada anak sekolah dan karyawan yang kerja ya," jelas Satrio.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berharganya Bintang dari Pelanggan bagi Pengemudi Ojek Online: Orderan Langsung Sepi Saat Dapat Nilai 2"