Bentuknya berupa kumparan kawat, jika salah satu kumparan rusak maka arus listrik yang dialirkan ke kiprok pasti rendah.
Alhasil lampu yang tidak mendapatkan daya standar akan cepat putus kemudian mati.
Cara mengatasinya sendiri sangat mudah yaitu, kumparan kawat tembaga harus digulung ulang.
Jika tak ingin repot bisa menggantinya dengan yang baru.
5. Pengisian Daya ke Aki yang Berlebihan
Disebut juga overcharge, hal ini bisa jadi penyebab lampu motor sering putus.
Pengisian aki otomatis adalah ketika motor digas, arus yang masuk tidak lebih dari 14,55 atau 15,5 volt.
Jika jumlahnya berlebih maka lampu motor akan mudah putus.
Efek lainnya yang cukup merugikan adalah aki motor cepat panas bahkan membahayakan komponen seperti kiprok dan juga spul.
Baca Juga: Usia Lampu LED di Kendaraan Ternyata Awet Hingga Segini, Bikers Bisa Tambah Ilmu Nih
6. Motor Menggunakan Sistem AHO
Automatic Headlight On (AHO) adalah sistem yang diterapkan pada motor-motor baru di mana lampu utama akan terus menyala, tidak ada saklar lampu yang terpasang.
Sistem ini justru akan membuat kendaraan yang menyala terus membuat lampu cepat panas.