"Pelek di kurangi dengan bubut hub bagian kiri dan kanan, disesuaikan dengan pelek asli Vario," tunjuk Robby.
Untuk pelek belakang, tidak banyak custom karena lebarnya sama-sama 3.50 meski diameternya mengecil.
"Belakang hanya penyesuaian hub tengah, untuk kiri-kanannya aman tidak perlu penyesuaian," ungkap Robby.
Pengereman Honda Vario 160 full RCB untuk NMAX (RCB Indonesia)
Pelek sudah tertancap, giliran pengereman digarap tentunya full merek RCB dari cakram sampai kaliper.
"Harus gerinda di tromol CVT untuk mekanisme drum brake, padahal ini Honda Vario 160 ABS yang pakai cakram belakang," heran Robby.
Cakram dipilih RCB S Series floating untuk depan diameter 230 mm, namun bagian luarnya dibubut turun jadi 220 mm.
"Sengaja dikecilin, biar posisi kaliper RCB S1 double piston tetap sesuai bawaaan Honda Vario 160," jelas Robby.
Baca Juga: Ini Dia Alasan Sistem Pengereman RCB Jadi Primadona Bikers Indonesia
Untuk belakang pakai RCB S2 single piston, dan selang rem RCB braided lines panjang 210 cm.
Bannya pakai Maxxis Victra yang ukurannya naik 1 step, depan 110/70-13 dan belakang 130/70-13.
Masih di area belakang, sokbreker juga ganti pakai RCB VS Black Series dengan tabung.
"Banyak part universal dan plug and play, misalnya knalpot pakai Proliner MAX 3 untuk Honda PCX 160," sebut Robby.