Mulai Selasa 1/2/2022, Rara mengawal doa pawang hujan cuaca jarah jauh telepati dengan pegawai ITDC, Putu Artha.
Sebelum menuju Sirkuit Mandalika, dia lebih dulu sowan ke arwah leluhur di sekitar Kawasan Taman Mayura, Cakranegara, Mataram.
Hari pertama pengaspalan ulang Sabtu, (5/3/2022), dia langsung mendapat tugas menghalau awan di sekitar area pengaspalan.
Sore sekitar pukul 16:00 WITA, awan tebal menyelimuti kawasan Sirkuit Mandalika.
Untuk menghalau awan tebal ini, Rara melakukan ritual di sebuah tenda yang terletak di parkir Sirkuit Mandalika.
Baca Juga: MotoGP Mandalika Lombok Di Mata UMKM Produk Motor Dibandingkan Di MotoGP Sepang Malaysia
Dirinya menyiapkan berbagai peralatan berupa dupa, korek api, buah-buahan, kayu bakar, dan air sebagai bagian dari ritual.
Dia juga membaca doa-doa khusus dan memukul tempat dupa yang terbuat dari kuningan.
"Ini dilakukan agar area resufarcing dipagari sehingga tidak terjadi turun hujan," ucapnya.
Selanjutnya saat melihat awan tebal menyelimuti trek lurus pengaspalan ulang ia langsung menuju ke area tersebut untuk melakukan ritual lagi.
Rara berjalan dari area paddock menuju ke tikungan 1, dan saat itu awan mengikutinya menuju ke arah timur sehingga tempat pengaspalan tampak cerah.
Dalam melakukan ritualnya, dia juga meminta dukungan dan doa dari pekerja setempat agar proses berjalan dengan lancar.
Ia selanjutnya akan terus menjadi pawang hujan hingga saat event MotoGP Mandalika berlangsung.