Find Us On Social Media :

Waspada ke MotoGP Mandalika Akan Datang Sindikat Pencopet Internasional, Hati-Hati Saat Nonton

By , Selasa, 15 Maret 2022 | 09:08
Catat, waspada ke MotoGP Mandalika akan datang sindikat pencopet internasional, hati-hati saat menonton ya! (Kompas.com)

MOTOR Plus-Online.com - Catat, waspada ke MotoGP Mandalika akan datang sindikat pencopet internasional, hati-hati saat menonton ya!

Sebelumnya dikabarkan sempat ada aksi copet yang beraksi di Sirkuit Mandalika.

Meski para komplotan pelaku sudah tertangkap, namun ada baiknya tetap waspada saat nonton MotoGP Mandalika nanti.

Dikutip dari Kompas.com, para komplotan copet yang ditangkap saat beraksi dalam perhelatan World Superbike (WSBK) ternyata merencanakan aksi besar brother!

Mereka berencana untuk beraksi pada agenda MotoGP 2022 mendatang.

Hal tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan oleh penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Subdit lll Polda NTB Kompol Yasmara Harahap menjelaskan, berdasarkan keterangan beberapa tersangka, terungkap jika mereka ingin mengundang jaringan copet antarnegara untuk beraksi di Sirkuit Mandalika saat ajang MotoGP 2022.

"Pernyataan dari tersangka FS dan AR bahwa nanti akan datang (sindikat pencopet internasional) pada saat event MotoGP," kata Yasmara dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: Komplotan Copet Sirkuit Mandalika Lombok Divonis Setahun Penjara, Tapi Harus Tetap Hati-hati

Yasmara melanjutkan, jaringan pencopet dari luar negeri yang akan diundang oleh para tersangka antara lain berasal dari Malaysia dan Turki.

Jaringan copet internasional ditangkap saat WorldSBK Indonesia 2021 di sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, sering beraksi di Malaysia dan Singapura. (Humas Polda NTB via Kompas.com)

"Sindikat pencopet ini memang sudah terbiasa melakukan aksi di event-event internasional, jadi mereka ada jaringannya, pelaku copet lain dari luar negeri, maupun dalam negeri, kelompok Malaysia, Turki, Nepal, Makao, Thailand," ujarnya.

Yasmara juga menambahkan, selain jaringan luar negeri, pelaku juga memiliki jaringan di dalam negeri yakni Jakarta, Makasar, Palembang, Bali, dan Surabaya.