Kecintaan Tjetjep kepada balap motor sudah muncul sejak usia 13 tahun.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca di MotoGP Mandalika 2022 Hari Ini, Siapkan Payung Bakal Hujan
Ia secara otodidak belajar banyak hal untuk mengasah kemampuan balapnya.
Salah satunya ke Jerman dan Italia untuk belajar banyak hal mengenai mesin motor.
Ada banyak trofi yang Tjetjep raih selama berkarier sebagai pembalap motor.
Ketika ditanya jumlah medali dan trofi yang pernah diraih, ia mengaku tidak ingat seratus persen.
Baca Juga: Begini Komentar Fabio Quartararo Soal Aspal Sirkuit Mandalika Setelah FP2 MotoGP Mandalika 2022
"Sekitar 110 medali, tapi sekarang cuma ada 10 kalau tidak salah," katanya.
Prestasi tertinggi Tjetjep adalah juara 3 Grand Prix Macau pada 1970.
"Dulu saya pernah juara tiga di Macau," katanya.
Empat tahun berselang, Tjetjep terpaksa pensiun dari dunia balap motor.
Baca Juga: Jadwal MotoGP Mandalika 2022 dan Asia Talent Cup Hari Ini, Awas Kelewatan
Kecelakaan di GP Batu Tiga, Kuala Lumpur, Malaysia, memastikan kondisi fisiknya tidak dapat lagi beradu cepat motor di sirkuit.