Meski begitu, Tjetjep tidak pernah betul-betul meninggalkan dunia balap motor sepenuhnya.
Ia masih mengikuti perkembangan dunia balap motor, mulai dari pembalap yang beradu cepat di MotoGP, perkembangan mesin motor balap, sampai Sirkuit Mandalika.
"(Sirkuit Mandalika) ini luar biasa. Ini salah satu yang terbagus. Ada laut, ada gunung. Itu jadi antik. Sama kayak Macau," ucapnya.
Baca Juga: Awas Penipuan Tiket MotoGP Mandalika 2022 Palsu, Korbannya Rugi Sampai Rp 30 Juta
Selain indah, Sirkuit Mandalika bisa memotivasi para pembalap Indonesia untuk menorehkan prestasi di kancah internasional.
Apalagi, kata Tjetjep, pembalap-pembalap motor Indonesia pada 1970-an selalu diperhitungkan negara lain.
"Tahun 1968 sampai 1970-an, di Asia Tenggara, pembalap Indonesia paling jago, paling ditakutin. pembalap Indonesia berani dan bagus-bagus," katanya.
Tjetjep akan berulang tahun yang ke-83 pada 26 Maret 2022.
Baca Juga: Akses Jalan ke Sirkuit MotoGP Mandalika 2022 Mulai Disekat Berlapis, Ini Tujuannya
Tiket menyaksikan langsung MotoGP dari Kang Emil merupakan kado terindah.
Tjetjep pun tidak sabar mendengar deru mesin motor MotorGP.
"Gerung-gerungnya pasti beda," ucap Tjetjep sambil merekahkan senyuman.
Ridwan Kamil mengatakan, tiket ini adalah bentuk apresiasi kepada Tjetjep yang merupakan mantan pembalap motor nasional asal Jawa Barat.