Menu kopi Cappuccino menjadi favorit para kru MotoGP yang bolak balik ke 'warung kopi' ini.
Selama tiga hari gelaran MotoGP Mandalika, 18-20 Maret 2022, hampir semua kru MotoGP dan jurnalis Media Center datang ngopi.
"Ini kopi yang terbaik yang pernah mereka minum dan banyak sekali minta beli kopinya untuk dibawa pulang," kata Masiseng.
Baca Juga: Hasil FP2 Moto2 Valencia 2020, Fabio Di Giannantonio Kencang, Pembalap Indonesia Pertajam Waktu
Termasuk Bagnaia dan Di Giannantonio, mereka sangat menyukai cita rasa kopi asli Lombok itu. Mereka pun foto bersama dengan pembuat kopi.
Rata-rata kru, jurnalis, dan pembalap yang ngopi memesan 3 kali sehari. Bahkan ada yang sampai berkali-kali bolak balik memesan kopi.
"Kalau hitungan berapa kali saya kurang tahu, karena ada dari tim pesan ke atas dan bawa ke bawah (paddock). Tp rata-rata sehari 1 orang itu minumnya minimal 3 gelas sampai 10 gelas sehari," tutur Masiseng Muzur, pada TribunLombok.com.
"Itu artinya mereka sudah addicted (kecanduan) sama kopi yang kita sajikan," ujarnya.
Menurut Masiseng, para jurnalis, pembalap dan kru menyukai kopinya karena cita rasa dan aroma kopi asli Lombok, Indonesia yang mereka sajikan.
Bersama rekan kerjanya Akli, Masiseng selama tiga hari melayani permintaan kopi pembalap dan kru, termasuk jurnalis asing.
Karena banyaknya permintaan, dalam sehari dia bisa menghabiskan 6-10 kilogram kopi.
"Kopinya lokal dari Lombok. Banyak bule (jurnalis dan kru pembalap) yang mau beli, bahkan ada yang minta kontak saya, dia ingin memesan," ujar Masiseng.
Baca Juga: Warung Kopi dan Kafe di Sekitar Mandalika, Nongkrong Asyik Saat Nonton MotoGP Mandalika Lombok 2022