Setelah itu, katanya terjadi kesepakatan harga jual yaitu Rp 20,9 juta.
Selanjutnya pelaku meminta BPKB dan STNK dengan dalih untuk mencocokkan nomor mesin dan rangka kendaraan.
Namun setelah itu kata Hera, STNK dan BPKB tidak dikembalikan ke suaminya tetapi dimasukkan pelaku ke bagasi motor.
"Nah setelah cek itu, STNK dan BPKB ditaro ke bagasi motor, gak dikasih ke suami saya. Suami saya kayak ngeblank gitu," tambahnya.
Baca Juga: Wow Dapat Hadiah Dari Gojek Bisa Beli 2 Motor Yamaha NMAX, Cukup Laporkan Bug
"Biasanya kalo ada yang beli, BPKB dan STNk itu biasanya kami minta lagi. Tapi pas kemarin itu ngeblank kayak nurut aja ama itu orang," sambung Hera.
Selanjutnya pelaku meminta izin untuk melakukan test ride.
Suami Hera mempersilakan karena tas pelaku ada di dalam rumahnya.
Pertama kali test drive, pelaku hanya berputar beberapa kali, di dekat rumahnya.
Namun saat kedua kali, justru pelaku tak kembali lagi ke rumah korban.
Saat itulah kata Hera, suaminya tersadar kalau kendaraanya dibawa kabur.
"Pelaku coba test drive. Pertama kali pelaku balik setelah test drive. Pas tes kedua muter lebih jauh, suami saya diam aja gitu. selama 3 menit baru sadar kalau motor dibawa lari oleh itu orang," ujarnya.
Suami Hera, sempat mendatangi pos satpam,