Find Us On Social Media :

Isi Pertalite ke Motor Yang Harusnya Diisi Pertamax Efeknya Apa? Simak Kata Ahli

By , Senin, 11 Mei 2026 | 16:09
Ilustrasi isi bensin Pertalite. Mengisi Pertalite ke motor yang harusnya diisi Pertamax bakal berefek apa? (Tribunnews.com/Hendra Gunawan)

Aji memberi contoh, misalkan pada Yamaha Fazzio yang punya rasio kompresi mesin 11:1.

Ilustrasi Yamaha Fazzio (Dok. Yamaha)

"Sebenarnya bisa saja Yamaha Fazzio diisi bensin dengan oktan di bawah 92, contohnya pakai bahan bakar oktan 90," ujar Aji Handoko kepada Gridoto.

Namun bakal ada efek jangka panjang yang harus diwaspadai oleh bikers.

"Cuma ada risikonya, yaitu penumpukan kerak karbon atau kotoran di ruang bakar jadi lebih besar sebab ada perbedaan zat aditif antara bensin oktan 90 dengan oktan 92," ujar Aji.

Bagaimana dengan Suzuki GSX-R150 yang punya rasio kompresi 11,5:1?

"Menurut berbagai informasi dari teman-teman di lapangan, angka perbandingan rasio kompresi mesin dengan oktan itu tidak saklek harus diikuti," jelas Victor Assani, 2W Service Manager PT Suzuki Indomobil Sales.

"Misalnya kami justru merasa lebih enak menggunakan bensin RON 92 atau Pertamax, kendati kompresi motor kami (Suzuki GSX-R150) di atas 11:1. Karena kalau memakai yang 98 malah mesin cepat panas dan menggelitik, itu informasi di lapangan," sambungnya.

Suzuki GSX-R150 MotoGP Edition. (Dok. Suzuki)

Meski masih bisa 'minum oktan lebih rendah, Victor tetap menyarankan untuk pakai bahan bakar sesuai dengan spesifikasi mesin.

"Kami tetap menganjurkan untuk menggunakan BBM sesuai dengan standar pabrikan," tutupnya.

Jadi kesimpulannya, teknologi mesin motor sekarang sebenarnya bisa menyesuaikan dengan oktan bensin yang digunakan.

Tetapi, brother sebagai pemilik motor tetap harus waspada terhadap penumpukan kotoran atau kerak di ruang bakar.