"Saya bangun pagi dan berjalan kaki selama satu setengah jam. Kemudian saya mencoba menyibukkan diri dengan telfonan dengan tim, dengan keluarga saya atau hal-hal di sekitar rumah," lanjutnya.
"Di sore hari saya mulai dengan lembut melatih tubuh bagian bawah saya dan sedikit di lengan kiri saya," tambah pembalap MotoGP nomor start 93 itu.
"Terkadang saya berhenti untuk memikirkan motivasi dan dalam kasus saya, satu-satunya kesimpulan yang saya dapatkan adalah bahwa saya berasal dari hasrat dan antusiasme (balap)," sambungnya.
"Rasanya tetap sama walau sudah lebih dari sepuluh tahun," lanjut Marquez.
"Ini juga mendorong saya untuk memikirkan tujuan, yaitu bersenang-senang dan bersaing di level yang baik, tanpa menderita atau kesakitan," tambahnya.
Baca Juga: BREAKING NEWS, Sah Adik Marc Marquez Bakal Bela Gresini Racing di MotoGP 2023
"Saya harus mengatakan bahwa saya tidak sendirian di jalan menuju pemulihan ini," sambungnya.
"Saya telah didukung oleh pebalap seperti lex Criville yang mengalami hal serupa, Alberto Puig yang paling sering saya hubungi karena dia juga Manajer Tim Repsol Honda, dan juga dengan Mick Doohan karena dia mengalami beberapa luka serius," jelas juara dunia 8 kali itu.
"Mereka adalah orang-orang yang paling banyak menasihati saya dan saya berterima kasih atas dukungan mereka," tambah Marc Marquez.
"Ada juga titik acuan dalam diri Rafa Nadal, yang bahkan ketika orang mengira dia sudah selesai, mampu mengatasi rasa sakit dan menang lagi. Saya bersamanya di Madrid Masters 1000," lanjutnya.
"Saya tahu semua yang dia derita dan itulah mengapa dia menjadi referensi bagi saya, karena meskipun dia tidak dalam performa terbaiknya, dia mampu memenangkan turnamen seperti Roland Garros," sambungnya.
"Saya ingat bahwa dalam konferensi pers dia mengakui bahwa rasa sakit itu mengubah suasana hatinya, dan saya mengerti itu," tambah dia.
"Sebelum mengucapkan selamat tinggal, saya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi atas dukungan yang saya terima dari Anda semua," lanjut pembalap Repsol Honda itu.