Find Us On Social Media :

Kenal Dekat Pembalap Aprilia Racing, Tak Sangka Cita-cita Aleix Espargaro Kalau Gagal Jadi Pembalap MotoGP

By Rabu, 13 Juli 2022 | 18:30
Kenal dekat pembalap Aprilia Racing Aleix Espargaro dan Maverick Vinales, tak sangka cita-cita Aleix Espargaro kalau gagal jadi pembalap MotoGP (Aprilia Racing/Tino Martino)

Dibandingkan dengan tandem pembalap skuat MotoGP pabrikan lain, mulai Ducati Lenovo Team dan Monster Energy Yamaha MotoGP

Atau Red Bull KTM Factory Racing serta Repsol Honda Team bahkan Team Suzuki Ecstar.

Sangat kompaknya pembalap Aprilia Racing Aleix Espargaro dan Maverick Vinales selain faktor pernah kerja sama di satu tim di skuat MotoGP.

Faktor lainnya adalah Aleix Espargaro dan Maverick Vinales juga tinggal di lokasi yang sama, yaitu Andorra.

Jadi Aleix Espargaro dan Maverick Vinales sudah kenal satu sama lain secara personal baik di luar dan di dalam MotoGP.

Aleix Espargaro dan Maverick Vinales juga bernaung di skuat pabrikan yang terbilang baru, yaitu Aprilia Racing.

Baca Juga: 2 Pembalap Spesial Paruh Musim MotoGP 2022, Selalu Finis Gak Pernah DNF

Atmosfer di skuat Aprilia Racing yang notabene masih baru terasa sekali kekeluargaannya sehingga lebih akrab satu dengan yang lain.

Belum banyak hal yang kasat mata menunjukkan soliditas dan kekompakan skuat Aprilia Racing ditunjukkan Aleix Espargaro dan Maverick Vinales bahu membahu memberikan hasil terbaik bagi skuat Aprilia Racing.

Saking akrabnya, sampai-sampai MotoGP menayangkan video yang berisikan pertanyaan seberapa kenal Aleix Espargao dan Maverick Vinales berkaitan dengan sisi pribadi rekan setimnya.

Beberapa pertanyaan diajukan kepada Aleix Espargaro dan Maverick Vinales mulai dari soal menang pertama dan musik favorit Maverick Vinales hingga nomor start 41 Aleix Espargaro terinspirasi siapa dan lainnya.

Sampai Maverick Vinales dapat pertanyaan soal Aleix Espargaro kalau gagal jadi pembalap MotoGP, cita-cita jadi apa yang dikejarnya.

Sontak, Maverick Vinales bingung, sempat memberikan jawaban asal-asalan jadi pembalap sepeda hingga akhirnya menyerah tak tahu jawabannya.