Ia mengatakan, kejadian penyerangan ibu - ibu tersebut terjadi di Jalan Pabrik Tenun, Kecamatan Medan Petisah, pada Minggu (3/7/2022) lalu.
Malam itu, korban keluar dari rumahnya hendak membeli kartu paket handphone nya.
Namun, saat diperjalanan korban bertemu dengan komplotan geng motor yang sedang saling serang di kawasan tersebut.
Lalu, para remaja ini langsung melakukan penyerangan terhadap korban.
"Sekelompok pemuda yang sedang mengendarai sepeda motor ini, melakukan pelemparan ke arah ibu ini dan menyerang menggunakan senjata tajam," sebutnya.
Fathir menjelaskan, akibat dari penyerangan itu korban pun mengalami luka yang para di bagian kepala serta wajahnya.
Baca Juga: Diduga Geng Motor, 16 Remaja Diciduk Polisi Di Majalengka Buntut Laporan Warga
"Ibu rumah tangga ini mengalami luka yang cukup parah. Awalnya sekelompok pemuda ini saling lempar kemudian terkenalah ibu tersebut," bebernya.
"Mengenai bagian wajah nya, sehingga sampai sekarang kondisinya masih dalam perawatan dan matanya terluka cukup parah," sambungnya.
Dikatakannya, dari tangan para pelaku pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti senjata tajam yang dipakai oleh para pelaku saat melakukan penyerangan.
"Kami mengamankan dua sepeda motor, tiga parang, satu senjata tajam jenis samurai dan juga tiga gergaji. Jadi alat-alat ini yang digunakan oleh para pelaku untuk melakukan penganiayaan terhadap korban ini," ungkapnya.
Lebih lanjut, mantan Kapolsek Medan Baru ini juga mengatakan saat ini masih ada sejumlah pelaku lagi yang masih dikejar oleh pihak kepolisian.
"Kami juga menetapkan lima orang tersangka lainnya, yang saat ini masih dalam pengejaran. Kami harap pelaku kejahatan yang lain untuk menyerahkan diri. Karena untuk kejadian yang melibatkan remaja yang menggunakan sepeda motor ini, menjadi atensi khusus bagi kami," katanya.