"Pastinya makin banyak member, makin banyak perbedaan, ini yang harus di-toleransi," tukas Izonk.
Dirinya menyebut, di JMO jika ada masalah internal, selalu didiskusikan bareng-bareng mencari jalan terbaik.
Jakata Max Owners (JMO) gelar uji emisi motor pada ulang tahun Ke-7. (Adit/ MOTOR Plus-online)
Contohnya gap antar member lama dan baru, yang jadi masalah rutin di setiap komunitas.
"Kalau di JMO, anak baru kita rangkul ajak main dengan member lama, biar akrab dan tidak merasa dikucilkan," buka Izonk.
Izonk menambahkan, para member baru yang muda juga diajak gabung dalam membangun JMO.
"Contohnya Radhit dan anak-anak muda lain di JMO, mereka punya ide fresh dalam event atau kehumasan," kata Izonk.
Baca Juga: Uji Emisi Motor di Ultah 7 Tahun Jakarta Max Owners (JMO), Dukung Pemerintah Perbaiki Kualitas Udara
Setiap masalah juga sebisa mungkin diselesaikan dengan cepat, biar para member tetap tenang dalam berkomunitas.
"Kadang langkah yang dipilih, membuat member lama jadi keluar, menurut saya demi kebaikan JMO ya harus kita pilih," lanjut Izonk.
Selain komunikasi, Izonk juga menjelaskan masalah khas klub motor adalah soal keuangan.
"Makanya saya mengusahakan soal keuangan dibuat transparan, biar jelas uang masuk dan keluar buat apa," tukas Izonk.
Salah satu langkah Izonk demi masa depan JMO, adalah membuat aplikasi JMO Mobile.