Find Us On Social Media :

Gawat Ratusan Karyawan Shopee Indonesia Kena PHK, Kerugian Setara Ratusan Ribu Unit Yamaha XMAX

By Selasa, 20 September 2022 | 13:39
Sebanyak 186 karyawan Shopee Indonesia kena PHK, Shopee alami kerugian triliunan rupiah. ( Instagram @kampusshopee.id)

Belum bisa dipastikan apakah angka ini benar atau tidak.

Namun yang jelas, langkah PHK ini tampaknya terpaksa dilakukan demi meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional perusahaan yang bermarkas di Singapura itu.

Seperti diketahui, jika mengacu pada laporan finansial kuartal-I 2022, Sea Group, induk perusahaan Shopee, mencatat kerugian bersih senilai 931 juta dolar AS atau sekitar Rp 13,9 triliun.

Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding total kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang "hanya" tercatat di angka 433 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,49 triliun.

Konon, kerugian ini disebabkan oleh performa bisnis Shopee yang kurang baik di beberapa negara.

Baca Juga: Bikin Haru, Driver Shoope Food Mendadak Cium Tangan Customer Usai Kirim Pesanan Minuman

Di antaranya seperti pemblokiran game Free Fire (Garena) di India, hingga hengkangnya e-commerce yang identik dengan warna oranye itu dari beberapa pasar di Eropa dan Amerika Latin.

Lalu, angka kerugian yang meroket ini kabarnya juga disebabkan oleh dampak dari masalah ekonomi global, serta kompetisi di sektor e-commerce yang semakin sengit.

Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, mengatakan bahwa pihaknya dengan berat hati harus melepas sejumlah karyawannya di Indonesia.

Sebelum langkah ini ditempuh, Radynal mengatakan pihaknya telah mencoba melakukan penyesuaian dengan beberapa kebijakan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Kini, kata Radynal, PHK menjadi langkah terakhir yang harus ditempuh oleh Shopee Indonesia.

Adapun langkah efisiensi tersebut sejalan dengan fokus perusahaan secara global untuk mencapai kemandirian dan keberlanjutan.

"Perusahaan akan berfokus ke pertumbuhan bisnis yang mandiri serta berkelanjutan, dan kami ingin memperkuat dan memastikan operasional perusahaan kami stabil di situasi ekonomi saat ini," jelas Radynal.