Harga tersebut turun jauh dari harga tertinggi pada 4 Juli 2022 yang saat itu harga bensin 1,92 pound atau Rp 31.300 dan harga solar 1,99 pound atau sekitar Rp 33.000 per liternya.
Terkait penurunan harga minyak dunia, apakah harga BBM Pertamina akan mengalami pernurunan?
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menyebutkan kewenangan menaikkan atau menurunkan harga BBM bersubsidi Pertamina berada pada pemerintah selaku regulator.
Namun untuk harga BBM non subsidi, Irto mengatakan terbuka kemungkinan harganya bisa mengalami penurunan.
“Kalau yang subsidi kewenangan menentukan harga di regulator ya. Sementara untuk BBM non subsidi kemungkinan tentu ada,” ujar Irto dihubungi Kompas.com, Minggu (25/9/2022).
Baca Juga: Minyak Dunia Turun 5 Persen Pertamina Buka Suara Terkait Harga Pertalite
Ia mencontohkan, hal itu terjadi pada saat harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada awal September lalu mengalami penurunan.
Sebagai jenis bahan bakar umum (JBU) atau BBM Non Subsidi, pengaturan harga diatur dalam Kepmen ESDM No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU).
Sesuai peraturan tersebut maka Pertamina akan mengevaluasi harga jual BBM non subsidi setiap bulannya.
“Pertamina selaku badan usaha juga akan mengevaluasi harga jual BBM non subsidinya setiap bulan,” ujar dia.
Sebelumnya harga minyak dunia juga tercatat telah mengalami penurunan. Penurunan terjadi pada Selasa (13/9/2022).
Dikutip dari Kompas.com 14 September 2022, saat itu harga minyak berjangka Brent mengalami penurunan 0,8 persen menjadi 93,17 dollar AS per barrel. Sementara itu, WTI turun 0,5 persen menjadi 87,3 dollar AS per barrel.
Meski demikian, sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, harga BBM Pertamax bisa kembali turun jika harga minyak mentah dunia merosot ke angka 75 dollar AS per barel.