Ini menyebabkan tapak ban yang bersentuhan dengan aspal jadi semakin besar.
"Ketika diisi beban (pengendara dan barang) tapak yang bersentuhan ke aspal jadi lebih banyak," ujar Malik.
"Selain bikin laju motor jadi berat, tekanan angin ban yang kurang juga bikin konsumsi bensin jadi lebih boros," lanjutnya, saat ditemui di Jalan Lebak Bulus 3 No.2B, Cilandak, Jakarta Selatan.
Nah, biar laju motor tetap ringan dan konsumsi bensin tidak boros ternyata ada triknya.
Malik menyarankan untuk tetap jaga tekanan angin pada ban motor.
Jangan lupa minimal periksa tekanan angin ban motor setiap seminggu sekali.
Pabrikan sendiri sudah memberikan informasi mengenai anjuran tekanan ban ideal di motor menggunakan stiker.
Selain faktor ban motor, ternyata busi bisa juga jadi salah satu penyebab konsumsi bensin di motor jadi boros loh.
"Cuma gara-gara kalian malas ganti busi, bensin bisa jadi lebih boros," ujar Diko Oktaviano selaku Technical Support Product Knowledge PT NGK Busi Indonesia.
"Soalnya, elektroda di busi seiring pemakaian akan mengalami kausan yang bikin penurunan performa busi dan pembakaran jadi kurang maksimal," lanjutnya.
Pembakaran mesin yang kurang maksimal ini disebabkan karena daya ledak busi yang menurun.
"Efeknya pasti konsumsi bensin jadi lebih boros karena proses pembakaran yang terjadi tidak maksimal," lanjutnya lagi.
"Selain itu, busi yang lama tidak diganti bisa bikin penumpukan kerak karbon di area mesin. Jadi nanti bisa terjadi pembakaran dini yang berefek menurunnya performa dan boros bensin," jelasnya.