Find Us On Social Media :

Harga Pertamax Turun Apakah Disusul Pertalite dan Solar Pihak Pertamina Beri Penjelasan

By Aong, Selasa, 4 Oktober 2022 | 21:29 WIB
Harga Pertamax turun apakah disusul Pertalite dan Solar (Dok.Pertamina)

 

MOTOR Plus-online.com - Pertamina sudah menyesuaikan harga Pertamax dan Pertamax Turbo karena harga minyak dunia terjadi tren penurunan.

Harga Pertamax turun apakah disusul Pertalite dan Solar pihak Pertamina beri penjelasan mengenai BBM subsidi.

Seperti diketahui Pertamina menurunkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 13.900 per liter.

Sedangkan Pertamax Turbo dari harga Rp 14.950 per liter menjadi Rp 13.900 per liter.

Sedangkan harga Pertalite dan Solar yang sama-sama subsidi masih tetap Rp 10.000 per liter dan Rp 6.800 per liter.

Dilansir dari Kompas.com, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Series akan terus disesuaikan mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus.

Evaluasi dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi akan terus dilakukan Pertamina secara berkala setiap bulannya.

"Berdasarkan perhitungan, pada periode September lalu untuk produk Gasoline (bensin) yakni Pertamax Series mengalami penyesuaian turun harga," ujar Irto dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/10/2022).

Baca Juga: Apakah Harga Pertalite akan Turun Setelah Pemerintah Menambah Kuota BBM Subsidi untuk Tahun 2022

Baca Juga: Bagaimana Kualitas Pertalite Usai Pemerintah Tambah Kuota BBM Subsidi 2022?, Ini Jawabannya

Irto menerangkan, penyesuaian harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar bukan kewenangan Pertamina melainkan kewenangan pemerintah.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

"Kalau yang subsidi, penentuan harga merupakan kewenangan dari pemerintah," jelasnya kepada Kompas.com.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga Pertamax Turun, Kapan Giliran Pertalite dan Solar Subsidi?"