Find Us On Social Media :

Pengamat Kritisi Total Subsidi BBM di Indonesia Tidak Rasional Dibanding Malaysia

By , Senin, 17 Oktober 2022 | 17:00
Pengamat menyebut total subsidi BBM di Indonesia tidak rasional dibandingkan Malaysia (MOTOR Plus)

Bambang yang akrab disapa BHS ini juga mengungkap bahan bakar Diesel (Solar) untuk angkutan logistik di Malaysia juga sangat berkecukupan dan disubsidi.

"Sedangkan di Indonesia, Shell Fuelsave Diesel dijual dengan harga sangat mahal yaitu Rp. 18.140." ungkapnya.

"Dan di Indonesia solar bersubsidi campuran minyak sawit 30 persen (kualitas diesel rendah) harganya Rp. 6.800."

"Namun di Wilayah pedalaman Kalimantan di Indonesia sering kehabisan."

Baca Juga: Nangis Bandingkan Harga Bensin Nonsubsidi Pertamina Vs Petronas Malaysia Lebih Murah Mana

"Hal ini diperburuk dengan rakyat yang harus membeli dengan harga sangat mahal, bisa mencapai 2 kali lipat dari harga yang sebenarnya."

"Hal ini banyak terjadi di wilayah pedalaman kaltim, kalbar, dan kalteng" beber Bambang.

Lebih lanjut, ia juga membandingkan jumlah total subsidi yang disediakan oleh pemerintah Malaysia di tahun 2022 dengan Indonesia.

Pemerintah Malaysia dikatakan mengucurkan dana anggaran BBM sebesar 30 miliar ringgit atau setara Rp 99 triliun.

Jumlah tersebut cukup untuk mensubsidi 15,5 juta mobil dan 17,5 motor dengan konsumsin BBM oktan 95.

Sementara di Indonesia, Pemerintah mensubsidi BBM Pertalite oktan 90 dan Biodiesel berkualitas rendah sebesar 650 triliun rupiah di tahun 2022.

Jumlah tersebut cukup untuk mensubsidi 15,6 juta mobil dan 112 juta motor dengan aturan batasan kuota.

"Dapat dikatakan, total anggaran nilai subsidi yang ada di Indonesia dengan tingkat pelayanan jauh dibawah Malaysia adalah tidak masuk akal, dan sudah sepatutnya pertamina harus di audit oleh lembaga Independen." katanya.