"Tapi kalau dicampurkan dengan EG ini air radiator jadi mempunyai titik didih sampai 127 derajat Celcius," jelas Felix ketika itu.
Meski produk sirup bikinan India tidak beredar di Indonesia, namun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan menelusuri kasus yang baru-baru ini terjadi di Indonesia.
Dilansir dari Kompas.com, saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat jumlah penderita gangguan ginjal akut misterius mencapai 206 kasus yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia.
Sebanyak 99 di antaranya meninggal dunia.
Mayoritas pasien yang meninggal adalah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Baca Juga: 6 Tanda Radiator Motor Bermasalah, Berikut Cara Pemeriksaannya
Angka kematian pasien yang dirawat di RSCM mencapai 65 persen.
Dalam laman Website Universitas Padjadjaran, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Prof. apt. Muchtaridi, PhD, menjelaskan, etilen glikol (EG) dan dietilen glikol merupakan senyawa pelarut organik dengan rasa manis yang kerap disalahgunakan untuk pelarut obat.
Kelarutan dan rasa manisnya tersebut kerap disalahgunakan untuk mengganti propilen glikol atau polietiken glikol.
“Masalahnya, dietilen glikol dan etilen mengalami oksidasi oleh enzim,” kata Prof. Muchtaridi.
Ketika masuk ke tubuh, senyawa ini mengalami oksidasi oleh enzim sehingga menjadi glikol aldehid kemudian kembali dioksidasi menjadi asam glikol oksalat dan kemudian membentuk lagi menjadi asam oksalat.
Asam oksalat inilah yang memicu membentuk batu ginjal.
Lebih lanjut Prof. Muchtaridi memaparkan, asam oksalat jika sudah mengkristal akan berbentuk seperti jarum tajam.