Seorang warga akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi, warga kemudian melakukan pengepungan.
Polisi menghadang dari arah timur, sedangkan warga dari arah barat.
Sebagian gerombolan remaja itu akhirnya tertangkap di sekitaran Minimarket Sakinah, ada 12 orang yang tertangkap.
Baca Juga: Teror Geng Motor Bersajam di Probolinggo, Nekat Lukai 3 Pemotor di Malam Hari
Sebelum menyerang warkop, gerombolan anak-anak ini sudah merusak satu portal pintu masuk Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
Belasan anak usia belasan itu sekarang ditahan di Polsek Sukolilo.
Mereka tidak ditahan di dalam sel, melainkan dibiarkan duduk di salah satu sudut ruangan tengah area Polsek Sukolilo, dengan kondisi tangan diborgol.
Belasan anak itu diprediksi merupakan anak-anak yang tergabung dalam anggota geng motor.
Dari raut mukanya tidak ada yang merasa menyesal, bahkan salah seorang dari mereka ada yang terlihat masih bisa cengengesan.
Haji Abdul Fatah salah seorang warga Sukolilo mengaku miris melihat fenomena pergaulan remaja di zaman sekarang.
Kejadian ini bukan kali pertama menimpa kawasannya, seingatnya, sejak Januari hingga awal Desember 2022 ini sudah 3 kali gangster menyerang daerah Sukolilo.
"Pertama bulan September menyerang Masjid kawasan Keputih. Kedua, sekitar bulan Oktober ada warga kepalanya pecah. Yang ketiga 2 Desember ini," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul "Geng Motor Serang Warkop di Surabaya Seusai Nobar Piala Dunia 2022, Cengengesan saat Ditangkap"