Bung Karno jadi inspirasi Dyonisius Beti, Dyonisius Beti yang pernah menjabat Executive Vice President Director, Chief Operating Officer YIMM.
Baca Juga: Dyonisius Beti, Ada Pengaruh Bung Karno Proklamator Kemerdekaan Indonesia di Yamaha
“Bung Karno muda idola saya sejak SMP. Saya masuk ITB (Institut Teknik Bandung, red) Jurusan Teknik Sipil, karena Bung Karno pernah kuliah di Teknik Sipil, ITB,” jelas kata Dyon, saat wawancara ekslusif secara online dengan Otomotif Group, GridNet Work, beberapa waktu lalu.
Pak Dyon mulai mengenal sosok Soekarno dari buku.
“Hobi saya baca. Saya baca berkali-kali buku Soekarno Di Bawah Bendera Revolusi dan Penyambung Lidah Rakyat saat SMP,” jelas Dyon yang berusia 59 tahun.
Tahun 1981 Pak Dyon diterima di ITB, Jurusan Teknik Sipil.
Bung Karno pernah kuliah dan lulus dari ITB tahun 1926.
Sampai tahun 1926 ITB bernama Technische Hoogeschool te Bandoeng.
“Bung Karno tokoh yang enggak pernah menyerah. Di penjara berkali-kali enggak pernah nyerah. Tetap tegak,” kata Dyon yang mulai bergabung dengan Yamaha tahun 1996.
Inspirasi pantang menyerah jadi salah satu bagian semangat Pak Dyon di Yamaha.
“Ada kalimat dari Bung Karno yang saya ingat selalu, gantungkan cita-citamu setinggi langit,” ungkap Dyon yang awal kenal Yamaha lewat suara knalpot Yamaha DT100 saat SD.
Enggak pernah nyerah dan mengejar cita-cita setinggi langit jadi kekuatan Pak Dyon.
“Melewati krismon 1998, sukses pindah dengan penjualan dari 2-tak ke 4-tak, dan sukses di skuter karena kami punya impian setinggi langit,” tambah Dyon.