Find Us On Social Media :

4 Cara Konversi Motor Listrik, Ketahui Kelebihan Dan Kekurangannya

By , Selasa, 10 Januari 2023 | 21:47
Ilustasi 4 cara konversi motor listrik. (Kolase MOTOR Plus-online dan GridOto)

"Desain konstruksi mid drive meletakkan kumparan di sisi luar, sehingga panas yg dihasilkan oleh kumparan bisa lebih cepat terbuang ke luar," sambungnya.

Terpisah, Tomy Huang selaku owner Bintang Racing Team (BRT) menjelaskan keuntungan dan kekurangan menggunakan model mid drive ke rantai.

Baca Juga: Keren, Motor Listrik Konversi Garapan Spora EV Nantinya Bisa Dicicil

"Kalau rantai seperti motor bebek itu enaknya slipnya enggak ada, tapi berisik," kata Tomy Huang kepada MOTOR Plus-online, Kamis (5/1/2023).

3. Mid Drive ke CVT

Konversi motor listrik mid drive ke CVT garapan BRT. (Dok. MOTOR Plus)

Model mid drive ke CVT pertama kali diperkenalkan BRT dengan prototipe motor Honda BeAT.

Disebut simple, karena mesin dan knalpot digantikan motor penggerak listrik.

Sementara transmisi CVT bawaan Honda BeAT tetap dipakai.

"CVT kita pakai original dan dibikin fix," ujar Tomy.

Sistem kerja CVT dibuat fix atau tidak naik turun seperti kerja CVT di motor matic normalnya untuk menyesuaikan kinerja motor penggerak listrik yang digunakan.

Model mid drive ke CVT punya keuntungan yakni pemasangan mudah, konversi motor listrik di BRT diklaim hanya memakan waktu di bawah 2 jam.

Baca Juga: Konversi Motor Listrik Yamaha XSR Garapan BRT, Cuma Rp 30 Jutaan