Efek negatif lainnya ketika meminum air dalam botol adalah berpotensi menumbuhkan bakteri berbahaya karena ekstrimnya panas dari sinar matahari. Namun hal ini bergantung pada spesies bakterinya.
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal Food Chemistry menginvestigasi efek paparan sinar matahari terhadap migrasi kimia pada botol air minum PET.
Para peneliti dari Arizona State University menggunakan botol air minum PET dengan air normal dan air berkarbonasi.
Botol air minum tersebut kemudian dibiarkan terkena paparan sinar matahari dan diteliti pada hari kedua, keenam dan ke-10.
Baca Juga: Intip Spidometer Yamaha Grand Filano, Punya Fitur Canggih?
Hasilnya, botol minum PET dengan air biasa tidak menunjukkan efek-efek berbahaya setelah terpapar sinar matahari dan tidak terdeteksi adanya aldehid.
Aldehid adalah salah satu kelompok senyawa karbonil yang memiliki gugus karbonil yang berikatan dengan atom hidrogen pada ujung rantai induknya.
Aldehid merupakan salah satu kelompok senyawa karbon yang memiliki gugus karbonil.
Gugus tersebut terletak di ujung rantai karbon induk yang diakhiri dengan atom hidrogen.
Nah, botol minum berisi air berkarbonasi memberi efek-efek berbahaya setelah terpapar sinar matahari. Sebab, karbon dioksida dalam air dipenuhi oleh migrasi kimia.
Meski begitu, studi yang dilakukan pada 2008 menunjukkan bagaimana tingkat panas ekstrem dapat meningkatkan pelepasan antimon (kontaminan yang diatur) dalam botol PET.
Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat pernah menyatakan, antimon dalam dosis ekstrem bisa menjadi racun.
Para peneliti kemudian meneliti pelepasan antimoni tersebut pada suhu berbeda.