Pengetesan kedua motor tersebut dilakukan di sekitar Jalan MH Thamrin, Citringgul, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat.
Setelah berjalan 24,7 km, motor listrik Honda BeAT konversi BRT sudah kehabisan baterai.
Karena motor listrik konversi mati, motor bensin Honda BeAT langsung dimatikan agar tidak ada bensin yang terpakai.
Setelah dites MOTOR Plus-online, konsumsi listrik Honda BeAT konversi ala BRT berada di angka 24,7 km sampai dengan baterai habis.
Baca Juga: Pembuktian Mana Yang Lebih Irit Antara Motor Listrik Konversi Dengan Motor Bensin
Untuk menghitung biaya pemakaian listrik, dihitung dari spek carger, yakni 84 Volt 5 Ampere yang kalau dikalikan punya kapasitas 420 watt.
Kemudian waktu pengecasan baterai dari nol sampai penuh membutuhkan waktu 5 jam, yang artinya 420 Watt x 5 jam = 2.100 Watt hour atau setara 2,1 kWh.
Untuk dikonversi ke Rupiah, kita ambil contoh tarif listrik rumah kecil dengan daya 1.300 VA yang biaya pemakaian listriknya Rp 1.444,7/kWh.
Maka biaya motor listrik konversi Rp 1.444,7/kWh x 2,1 kWh = Rp 3.032,4.
Untuk biaya listrik yang diperlukan, Rp 3.032,4 : 24,7 km = Rp 122,77/km.
Kemudian, untuk Honda BeAT versi bensin, saat tangki bensin dipenuhkan kembali sesuai dengan tanda, menghabiskan Pertalite sebanyak 510 ml atau 0,51 liter.
Kalau dikonversikan ke dalam km/liter, konsumsi bensinnya 24,7 km : 0,51 liter = 48,43 km/l.
Nah, buat mendapatkan biaya bensin Honda BeAT, maka Rp 10.000/liter : 48,43 km/liter = Rp 206,48/km.