Namun setelah beberapa tahun tinggal, Saefudin memilih pergi pada tahun 2007 atau 2008.
"Dulu dia ngontrak sendirian. Istrinya di kampung. Dia sudah pindah dari sini sejak lama. Kalau tidak salah tahun 2007 atau 2008 dia pindah," kata Kamso pada Kamis (2/3/2023).
Kamso juga mengungkap selama ini Saefudin hidup sederhana.
Boleh dibilang Saedudin mengalami masalah yang cukup pelik dalam urusan perekonomian.
Alhasil ketika ada rumor yang menyatakan bahwa STNK dan BPKB Rubicon yang dikendarai Mario atas nama Saefudin, Kamso lantas menggeleng-gelengkan kepalanya.
Baca Juga: Terungkap, Moge Harley-Davidson Mario Dandy Tidak Tercatat Milik Pribadi atau Bapaknya
"Beliau sehari-harinya cuma pakai motor butut. Motor tua gitu. Jadi kalau dia punya Rubicon, itu tidak masuk akal," ujar Kamso.
"Bisa jadi identitasnya digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kita kan juga enggak tahu ya," lanjut dia.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini membongkar perihal identitas yang ada di BPKB dan STNK Rubicon yang dibawa Mario.
KPK mengungkap fakta tersebut usai memeriksa ayah Mario, Rafael Alun Trisambodo.
Mario Dandy Satrio dikenal sering pamer harta, mobil mewah Wrangler Rubicon sampai moge Harley-Davidson. (Kolase TikTok.com/mariodandys)
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan membeberkan soal ini.
Ia mengatakan, alamat yang tertera dalam STNK dan BPKB mobil Rubicon menunjukkan sebuah rumah di dalam gang di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.