Pemalsuan oli merupakan masalah yang terjadi di seluruh Indonesia, dan tidak terbatas pada daerah tertentu.
Tahun 1936, perusahaan minyak Shell mengembangkan sistem penandaan unik yang disebut "Shell True Test" untuk membantu memerangi pemalsuan oli. (Shell)
Beberapa daerah yang telah dilaporkan memiliki kasus pemalsuan oli yang tinggi antara lain Jakarta, Surabaya, dan Medan.
Namun, ini tidak berarti bahwa daerah-daerah lain tidak terkena dampak pemalsuan oli.
Penting untuk diingat bahwa pemalsuan oli dapat terjadi di mana saja, dan konsumen harus selalu berhati-hati dan memilih oli dari toko resmi atau SPBU.
Baca Juga: Terbongkar Daftar Merek Oli Palsu Ratusan Ribu Liter Senilai Rp16,5 Miliar yang Berhasil Diungkap
Perbedaan antara oli asli dan oli palsu cukup sulit untuk dibedakan, karena beberapa pemalsu oli telah berhasil meniru kemasan dan label dari produk asli dengan baik.
Namun, ada beberapa ciri khusus yang dapat membantu mengidentifikasi oli palsu, antara lain:
1. Harga yang terlalu murah: Harga oli palsu biasanya jauh lebih murah dari harga oli asli.
Jika harga yang ditawarkan terlalu murah untuk merek dan kualitas oli yang dijual, maka besar kemungkinan itu adalah oli palsu.
2. Kualitas yang buruk: Oli palsu biasanya memiliki kualitas yang buruk dan tidak dapat memberikan perlindungan yang cukup untuk mesin.
Penggunaan oli palsu dapat menyebabkan kerusakan pada mesin, meskipun tidak terlihat secara langsung.
3. Kemasan yang berbeda: Kemasan oli palsu mungkin memiliki perbedaan dari kemasan oli asli.