"Jadi kita bikin sendiri blok mesinnya, sistem pendinginnya, sampai sistem transmisi," tambah lagi Yusuf.
Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang tergabung dalam Batavia Gasoline Team 2 bersama mobil Si Jayaraya 2.0. (Ardhana Adwitiya/MOTOR Plus-online)
Karena mengejar keiritan bensin, body dibuat dari serat karbon yang ringan.
Baca Juga: Shell Eco-marathon Siap Digelar di Sirkuit Mandalika Adu Keiritan Bensin Rekor 900 km/liter
"Body full karbon kita pesan, ditambah sasis aluminium jadi lebih ringan 70 kg dari mobil sebelumnya," jelas Yusuf.
Pada seri Shell Eco-marathon 2022 lalu mobil Si Jayaraya 1.0 milik Batavia Gasoline Team 2 berhasil meraih top 5.
Saat itu, kata Yusuf, mobil garapan mahasiswa Teknik Mesin UNJ itu mencatatkan konsumsi bensin 177 km/liter.
Yusuf berharap, semoga dengan improvement yang dilakukan tim, Si Jayaraya 2.0 bisa menang di Shell Eco-marathon Asia 2023.