Irto mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan harga jual BBM jenis Bioetanol.
"Untuk harganya belum kita tentukan," ujar dia.
Sedangkan seorang ahli yakni Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi berpendapat, harga Bioetanol akan lebih mahal dari bahan campurannya.
Misalnya, jika blending dilakukan pada Pertalite, maka harga Bioetanol di atas Rp 10.000 per liter.
"Dengan blending itu harganya kan jadi lebih mahal, karena untuk Pertalite yang harga Rp 10.000, dengan blending itu menjadi Rp 12.000. Dengan begitu, nanti subsidinya jadi naik, begitu juga dengan Pertamax," pungkasnya.
https://www.kompas.com/tren/read/2023/06/12/173000465/mengenal-bbm-baru-yang-bakal-dijual-pertamina-berapa-harganya-?page=all#page2