Find Us On Social Media :

Emak-emak di Gresik Ngamuk Setelah Anaknya Gagal Bikin SIM, Kapolri Sampai Turun Tangan

By Kamis, 03 Agustus 2023 | 09:19
Emak-emak di Gresik bernama Marita Sani ngamuk setelah anaknya gagal ujian SIM, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sampai turun tangan. (Instagram @listyosigitprabowo/ Ist)

"Tadi mengawal anak saya kenapa 13 kali tidak lulus-lulus, ternyata himbauan pak Kapolri kemarin tidak diberlakukan," ucap Marita dalam video yang viral.

Marita mengaku tidak ingin anaknya menjadi pemain sirkus karena ujian praktek SIM.

"Anak saya 13 kali gagal, saya tidak mau anak saya jadi pemain sirkus."

"Ternyata himbauan pak kapolri kemarin tidak dipakai, aturannya masih sulit. Saya ngamuk-ngamuk di sana," ucapnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, TribunJatim.com masih melakukan upaya konfirmasi ke Kasatlantas Polres Gresik AKP Agung Fitransyah, terkait protes keras Marita yang anaknya 13 kali gagal ujian SIM.

Sebenarnya, ada alasan tertentu mengapa Ujian SIM dibuat sangat sulit.

Baca Juga: Kocak Emak-Emak Naik Honda BeAT Ngamuk Tak Terima Ditilang di Aceh, Polisi Sampai Nyerah

Alasan ujian untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) memang sengaja dibuat sulit akhirnya diungkap Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi .

Firman Shantyabudi mengatakan bila ujian untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) memang sengaja dibuat sulit.

Hal tersebut dilakukan supaya masyarakat yang sudah dinyatakan lolos dan boleh memacu kendaraannya di jalan, benar-benar memiliki kompetensi mumpuni. Jadi, tingkat kecelakaan lalu lintas bisa ditekan.

"Sebab jalan itu merupakan daerah yang berbahaya. Naik motor, mobil, di situ ada namanya kecepatan. Kulit dan daging, bertemu aspal. Oleh karena itu, mengapa tak sembarang orang diberikan ijin (hanya lulus SIM)," katanya di Jakarta, Jumat (28/7/2023), dikutip jatim.tribunnews.com dari Banjarmasinpost

"Jadi kita harapkan masyarakat juga tidak menilai salah ketika kita melakukan tes yang mereka anggap sulit. Namanya juga, seleksi. Kita buatnnya tidak mengarang-ngarang karena ada tujuannya," lanjut Firman.