Find Us On Social Media :

Gara-gara Isu Rangka eSAF Motor Honda, Ketahanan Karat Akan Jadi Syarat Uji Tipe Kendaraan

By Ardhana Adwitiya, Kamis, 28 September 2023 | 21:15 WIB
Hasil penelitian rangka eSAF motor Honda oleh KNKT. (AHM)

MOTOR Plus-online.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah meneliti kasus rangka eSAF motor Honda yang karat hingga keropos.

Penelitian dilakukan dengan melihat langsung proses pembuatan rangka eSAF di Plant Astra Honda motor (AHM) Karawang, Jawa Barat.

Selain itu, KNKT juga meneliti rangka eSAF dari motor konsumen.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan adanya karat yang merupakan gabungan dari berbagai jenis karat.

Penyebabnya karena kelembaban udara di sekitar rangka, sisa kotoran akibat motor jarang dirawat atau bersihkan dan lainnya.

Berdasarkan hasil tersebut, KNKT memberikan beberapa rekomendasi untuk peningkatan kualitas yang disesuaikan dengan iklim indonesia.

"Edukasi terkait perawatan dan pemeliharaan sepeda motor perlu dilakukan juga mengingat kebiasaan membersihkan sepeda motor yang berbeda-beda antar konsumen. Lingkungan kita juga cenderung lembab," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dikutip dari rilis resmi yang diterima MOTOR Plus-online.

"Indonesia saat ini berada pada laju korosi. Ini perlu kita waspadai bersama,” sambungnya.

Baca Juga: Tiga Unit Motor Murah Honda BeAT Rangka Belum eSAF, Harga Mulai Rp 800 Ribuan

Merujuk peta korosi dunia yang dikembangkan sesuai ISO 9223 tentang sistem klasifikasi laju korosi carbon steel berdasarkan kondisi atsmofer lingkungan, Indonesia saat ini berada pada laju korosi parah.

Kepada Kemenhub, KNKT merekomendasikan agar ketahanan karat dijadikan bagian dari persyaratan kelaikan uji tipe kendaraan.

Menurut Soerjanto, PT AHM membuat rangka eSAF dari raw material berupa High tensile plate yang akhirnya diproses dengan pelapisan coating dengan metode CED (Cathodic Electro Deposition) secara dipping.

KNKT juga melihat proses pengendalian kualitas produk, mulai dari tahap incoming material, press, welding dan pelapisan.

Berdasarkan hasil perhitungan finite element method (FEM), dapat dikatakan rangka eSAF cukup kuat dan tidak memiliki daerah kritis atau fatigue dengan stress load yang tinggi.