Apakah kualitas oli yang diproduksi dengan proses daur ulang ini lebih buruk dari oli dasar yang diambil dari dalam perut bumi?
Ahli ITB, Dr. Ir. Tri Yuswidjajanto Zaenuri memberikan penjelasan secara rinci mengenai oli daur ulang ini.
Ahli ITB ini ungkap fakta beberapa proses daur ulang oli sampai kembali jernih.
“Untuk menghasilkan base oil dari oli bekas ada proses yang dinamakan refinery. Ada beberapa tahap yang dilakukan untuk menghasilkan base oil dari oli daur ulang ini,” ujar Dosen Fakultas Teknik Mesin ITB dikutip dari GridOto.com
Ada dua tahapan atau cara menjernihkan oli bekas seperti baru lagi.
1. Preflash atau Reduksi
Preflash atau reduksi adalah cara untuk menghilangkan kadar air yang ada di dalam oli.
“Dalam oli bekas banyak terkandung air dan additif. Baik itu yang berupa logam maupun non logam,” tegasnya.
Dengan proses destilasi bertingkat maka kandungan gas yang terdapat di dalam oli bekas dihilangkan.
2. HDF atau Hydrofinishing
Kemudian proses selanjutnya adalah HDF atau hydrofinishing sehingga menghasilkan base oil.
Bahasa sederhananya semua kandungan selain base oil yang terdiri dari aditif dan air serta gram dihilangkan.
Antara base oil hasil daur ulang dan virgin base oil (VBO) atau base oil dari perut bumi berbeda panjang rantai hidrocarbon (HC).