Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan sekitar 4 persen ke level terendah sejak Juni 2023
Pelemahan harga minyak mentah didorong meningkatnya kekhawatiran terhadap penurunan permintaan bahan bakar global, setelah data terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan kenaikan persediaan bahan bakar yang lebih besar dari perkiraan.
Pada 3 September 2022, pemerintah mengumumkan kenaikan harga solar subsidi dari sebelumnya Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter dan Pertalite dari sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.
Walau harga BBM Subsidi masih tetap bertengger di posisinya saat ini, lesunya minyak mentah di akhir tahun ini telah memberi dampak pada harga BBM non-subsidi.
Per Tanggal 1 Desember 2023, harga Pertamax turun menjadi Rp13.350 per liter, Pertamax Green 95 turun menjadi Rp14.900 per liter. Sedangkan harga Pertamax Turbo turun menjadi Rp15.350 per liter, Dexlite menjadi Rp15.550 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp16.200 per liter.
Perubahan ini merupakan wujud dari pelaksanaan aturan yang diterbitkan pemerintah yakni tentang formula penetapan harga sesuai Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi.
Sesuai dengan aturan tersebut maka tren fluktuasi harga minyak dunia MOPS atau Argus dan mengacu pada formulasi harga sesuai Kepmen ESDM, maka perubahan berkala harga BBM non subsidi akan selalu terjadi.
Sepanjang Januari-Oktober 2023, realisasi penyaluran Pertalite mencapai 24,8 juta kiloliter. Jumlah tersebut, setara 76,4 persen dari kuota penyaluran Pertalite yang ditetapkan tahun ini.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, mengatakan bahwa penyaluran Pertalite hingga Oktober 2023 masih sejalan dengan kuota tahun 2023.
"Pertalite masih sangat aman. (Kuota) Masih sangat cukup," ujar Irto kepada Kontan.co.id.
Seperti diketahui, kuota Pertalite pada tahun ini ditetapkan sebesar 32,56 juta kl. Jumlah tersebut lebih besar dibanding konsumsi Pertalite tahun 2022 yang berjumlah 29,34 juta kl.
Sebelumnya, Pertamina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI menyampaikan, upaya pengendalian konsumsi Pertalite lewat skema Pilot Project Full Cycle JBKP Pertalite di 41 kota/kab dan dan QR Code berhasil menghemat konsumsi mencapai 1,7 juta kl.
Berbeda dengan Pertalite, penyaluran solar subsidi diproyeksi melebihi kuota. Berdasarkan realisasi 2022 sebesar 17,5 juta KL, penyaluran solar subsidi tahun 2023 diprognosakan akan naik 12,1% menjadi 19,6 juta KL tanpa adanya upaya pengendalian dan tidak dilaksanakan program Subsidi Tepat BBM.