Sejatinya, dengan selesainya program atau proses pendaftaran QR code di Juli 2023 dan mulai berlaku di Agustus dan juga upaya penghematan dan pengendalian penyaluran solar subsidi oleh Pertamina, prognosa penyaluran solar subsidi diproyeksi turun dari semula 19,6 juta KL menjadi 18,3 juta Kl.
Kendati demikian, kuota solar subsidi yang ditetapkan sebesar 16,8 juta kl tetap diproyeksikan tidak mencukupi kebutuhan.
Itulah sebabnya, usulan penyesuaian mengemuka. Berdasarkan usulan kuota dari Kementerian ESDM, dibutuhkan tambahan kuota Solar Subsidi sebanyak 1,2 juta kl.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Harga Minyak Dunia Turun, Harga Sudah Pertamax Turun, Kenapa Harga Pertalite Tetap?