"Akan kami koordinasikan dengan Satpol PP, Bawaslu yang ada untuk menertibkan. Kalau polisi lalu lintas kan cuma lalu lintas saja," jelasnya.
Ia pun menegaskan pihaknya siap dilibatkan untuk penertiban APK jika dibutuhkan.
"Kalau masalah pelepasan alat peraga itu bukan kewenangan kami, tapi kalau itu sudah ganggu, kami tertibkan. Kalau masih bisa kami ikat, ya diikat," beber Latif.
"Kalau masih ganggu akan kami amankan terlebih dahulu, itu demi ketertiban," lanjutnya.
Berikut 4 pemotor korban baliho caleg.
1. Pemotor kakek nenek luka parah
Dikutip dari akun Instagram @merekamjakarta, pasangan kakek nenek yang mengendarai motor jadi korban baliho caleg.
Baca Juga: Baliho Partai dan Caleg Sering Bikin Celaka Motor Bawaslu Minta Segera Dibereskan
Pasangan suami istri, Salim (68) dan Oon (61) mengalami luka-luka setelah mengalami kecelakaan di flyover Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (17/2/2024) lalu.
Bahkan mulut Oon sampai mengeluarkan darah akibat kecelakaan itu.
Salim dan OON jatuh gara-gara Alat Peraga Kampanye (APK) yakni bendera partai politik (parpol) yang terpasang di flyover.
Kecelakaan berawal saat Salim sedang membonceng istrinya melewati Jalan Gatot Subroto.