Penggunaan QR code ini diterapkan agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.
Dari data Pertamina, sementara ini ada 64.000 kendaraan di Bengkulu mengunduh dan menggunakan aplikasi MyPertamina.
Humas Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Haris Anza, saat dikonfirmasi menyatakan, kebijakan pembelian BBM subsidi menggunakan barcode berlaku sejak September 2023 termasuk Bengkulu dan 41 kabupaten/kota di Indonesia.
Dia menyebut, ini dilakukan sebagai upaya untuk mendukung digitalisasi dan subsidi tepat sasaran.
"Untuk produk Pertalite kami akan melakukan pengembangan dengan mekanisme QR Code karena memang saat ini untuk Pertalite baru diimplementasikan di 41 kota/kabupaten sejak September 2023 termasuk Bengkulu," ujar Haris Anza saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (9/4/2024).
Hal senada ditegaskan Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan.
Menurutnya hal itu terjadi akibat pemudik belum tahu kebijakan pengisian BBM subsidi di Bengkulu.
"Kebijakan menggunakan barcode MyPertamina untuk BBM subsidi di Bengkulu sudah lama diterapkan, pemudik mungkin belum tahu karena Bengkulu merupakan daerah yang pertama menerapkan sistem barcode untuk BBM subsidi," tutur Tjahyo.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tiba di Bengkulu, Pemudik Keluhkan Sulit Dapat Pertalite"