Arifin berharap setidaknya pada kuartal II-2024 ini, revisi Perpres 191/2014 bisa dirampungkan.
Lebih lanjut, Arifin bilang penyaluran BBM bersubsidi ini memang perlu ditertibakan menyusul kondisi harga minyak yang tinggi dan akan menjadi beban APBN.
Pasalnya, Indonesia masih mengimpor minyak dari berbagai negara secara total 840 ribu barel per hari (bph), di antaranya impor minyak mentah 240 ribu bph dan BBM 600 ribu bph.
Sementara itu untuk pemilik kendaraan harus daftar QR Code untuk mempermudah proses pembelian Pertalite.
Baca Juga: Yamaha NMAX Turbo Besok Diluncurkan Cicilan NMAX 155 Per Bulan Cuma Rp 1,1 Juta
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan penggunaan QR Code bertujuan mencatat transaksi BBM secara lebih baik dan transparan.
Hal ini mengingat adanya anggaran kompensasi dari pemerintah untuk produk Pertalite.
Irto mengingatkan agar masyarakat khususnya pemilik kendaraan tidak perlu khawatir mengenai proses pendaftaran karena cukup mudah.
Caranya dengan mendaftarkan kendaraan di website subsiditepat.mypertamina.id untuk mendapatkan QR Code.
Saat ini penggunaan QR Code Pertalite sudah berlangsung di 41 kota atau kabupaten dan akan terus diperluas ke seluruh Indonesia.