Propana dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk kebutuhan rumah, agrikultur, dan bahan bakar kendaraan.
Sementara, butana adalah senyawa organik alkana dengan empat atom karbon berumus C4H10.
Gas ini mudah terbakar, tidak berwarna, mudah dicairkan, dan cepat menguap pada suhu kamar.
Butana digunakan untuk bahan bakar kompor, petrokimia, korek api gas, ataupun semprotan aerosol. Jayan menuturkan, semua bahan yang mengandung propana dan butana bisa dipakai untuk bahan bakar kendaraan, layaknya bensin.
Untuk menggunakan elpiji 3 kg sebagai bahan bakar kendaraan, pengendara bisa menyambungkannya melalui karburator atau injektor pada bagian manifold motor.
"Intinya, semua bahan bakar cair atau gas bisa dipakai untuk bahan bakar mesin. Cuma performance dan efisiensi mungkin beda-beda," tegasnya.
Jayan menjelaskan, semua bahan bakar mesin memiliki spesifikasi minimal dan tidak sembarangan untuk dipakai menjalankan kendaraan.
Baca Juga: Pro Kontra Pembatasan Pertalite Bulan Depan Langsung Dikomentari Menko Perekonomian
"Karena setiap bahan bakar punya karakteristik sendiri-sendiri," lanjut dia.
Menurutnya, ada banyak properti untuk menilai karakter suatu bahan bakar, seperti nilai kalor atau oktan bahan bakar.
Sebagai contoh, Pertalite memiliki nilai oktan RON 90, sedangkan Pertamax mengandung oktan minimal 92.
Angka oktan yang tinggi membuat pembakaran bahan bakar lebih sempurna dan tidak meninggalkan residu.
Meski elpiji dapat dipakai untuk bahan bakar motor, ia menyebut ada dampak ekonomi dan efek yang dialami mesin kendaraan.