Find Us On Social Media :

Ternyata Ini Bahan Baku Pembuatan Pertalite yang Akan Dibatasi Mulai 1 Oktober 2024

By Kamis, 29 Agustus 2024 | 15:55
Pertalite (botol paling kiri) memiliki warna hijau dan terbuat dari beberapa bahan campuran. (Rianto Prasetyo)

Pertalite sendiri dijual Pertamina untuk menggantikan bensin Premium.

Bensin dengan RON 90 ini resmi dijual di SPBU Pertamina mulai tahun 2015.

Premium yang sudah lama menjadi BBM subsidi memang sangat murah, tetapi dengan oktan RON 88 tentu tidak cocok lagi dengan motor dan mobil modern yang cocok dengan RON 90 (Pertalite).

Awal setelah Pertalite diluncurkan, BBM RON 90 itu mulai uji pasar secara terbatas di Jakarta, Bandung, dan Surabaya dengan harga Rp 8.400 per liter.

Harga Pertalite 2015 tersebut lebih mahal Rp 1.000 dari harga Premium RON 88 dan lebih murah Rp 900 dari harga Pertamax RON 92.

Pertalite diambil dari dua kata, Pertamax dan lite atau ringan.

Buat yang penasaran, bahan baku yang dipakai membuat Pertalite hingga mendapatkan RON 90 berasal dari beberapa campuran.

Baca Juga: Berlaku 1 Juni 2025 SIM Indonesia Bisa Dipakai di Luar Negeri, Negara Mana Saja?

Dikutip dari laman resmi onesolution.pertamina.com, Pertalite diproduksi melalui penambahan zat aditif ke dalam proses pengolahannya, di dalam kilang minyak.

Dalam proses pembuatan Pertalite, komposisi bahannya adalah Nafta yang memiliki RON atau disebut sebagai Research Oktan Number sebesar 65 hingga 70.

Adapun untuk menjadikan Pertalite memiliki RON sebesar 90, maka diberikan campuran HOMC atau High Octane Mogas Component, di mana HOMC ini merupakan produk dari PT Pertamina (Persero) juga, yaitu Pertamax.

Kemudian, selain diberi campuran Pertamax, juga ditambahkan zat aditif berupa EcoSave.

Zat aditif EcoSave ini bertujuan untuk menjadikan mesin yang menggunakan Pertalite memiliki kinerja yang halus, bersih, dan juga irit bahan bakar.