Setelah berhasil membawa motor tersebut sejauh 50 meter, paman korban memergoki terduga pelaku.
"Paman korban EV melihat pelaku yang tidak dikenalnya mengendarai sepeda motor milik keponakannya dan reflek menendang bagian motor sehingga pelaku terjatuh dan melarikan diri," kata dia dikutip dari wartakotalive.com.
Rudi melanjutkan, berdasarkan keterangan saksi, saat melarikan diri terduga pelaku RE mengeluarkan suara letusan mirip senjata api yang membuat warga ketakutan.
Setelah bersembunyi di salah satu rumah warga, terduga pelaku RE ketahuan dan menjadi bulan-bulanan massa.
"Akhirnya, pelaku yang melawan meninggal dunia di lokasi kejadian," tambahnya.
Pada saat bersamaan, terduga pelaku lainnya SA juga dipergoki bersembunyi di toilet rumah warga.
Saat hendak diamankan, SA sempat melakukan perlawanan dengan menyerang warga, SU, menggunakan pisau.
Akibat kejadian itu, SU menderita luka di bagian dada dan kepala.
“Pada saat yang bersamaan anggota kami cepat datang ke lokasi. Kemudian kami berhasil mengamankan saudara SA,” ujarnya.
Saat ini, terduga pelaku SA tengah dalam perawatan akibat luka yang diderita dari amukan massa.
Sementara itu, terduga pelaku RE yang tewas telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Barang bukti yang diamankan meliputi satu buah kunci letter T, dua senjata mainan pistol jenis doblis, serta satu sepeda motor Honda Vario yang digunakan kedua terduga pelaku.
Selain itu disita pula pakaian yang dikenakan pelaku, dan satu sepeda motor milik korban.