Find Us On Social Media :

Pemotor Todongkan Pistol ke Pejalan Kaki di Surabaya, Cekcok Parkiran Masjid

By Jumat, 06 Juni 2025 | 18:56
Cekcok antara seorang pria dengan pemotor di bahu jalan yang mengaku tak terima ditodong pistol saat berada di area parkir masjid, pada Kamis (5/6/2025). (Istimewa)

MOTOR Plus-online.com - Keributan antara pemotor dan pejalan kaki mendadak viral di media sosial.

Pemotor todong pistol ke pejalan kaki di Surabaya, gara-gara parkiran masjid.

Viral di medsos video amatir merekam percekcokan antara seorang pria dengan pemotor di bahu jalan yang mengaku tak terima ditodong pistol saat berada di area parkir masjid, pada Kamis (5/6/2025)

Video amatir itu diunggah akun Instagram (IG) @sorot_surabaya pada Rabu (4/6/2025) malam.

Video itu merekam momen seseorang yang berjalan kaki merekam percakapan dengan lawan bicaranya yakni pengendara motor jenis matik warna hitam yang tampak juga sedang membonceng seorang wanita.

Percakapan keduanya berada di bahu jalan berpaving di ruas jalan tersebut. Tampak kondisi langit dalam video itu, berwarna oranye, seperti menandakan waktu sore hari menjelang malam.

Si pejalan kaki sekaligus sosok si perekam berjalan mendekati si pemotor berhelm full face tersebut seraya menuduh si pemotor menodongkan pistol yang disimpannya saat terlibat cekcok di parkiran masjid.

"Iki lho pak ngetokno pistol, ayo tokno pistole, sampean jangan begitu kita ini mau salat kita parkir di situ," ujar si perekam video menggunakan frasa campuran Bahasa Indonesia dan Bahwa Daerah khas Suroboyoan.

Baca Juga: Lampu Motor Bikin Cekcok Dua Pria di Tuban, Keributan Berakhir Karena Golok

(Artinya: Ini lho pak menunjukkan Pistol, ayo keluarkan pistolnya, anda jangan begitu, kita ini mau salat kita parkir di situ).

Ternyata, si pemotor itu menjawab bahwa dirinya mempersilahkan lawan bicaranya itu menunaikan salat tapi jangan berperilaku seperti momen kejadian di parkiran.

Sayangnya, si pemotor itu tidak menjelaskan detail peristiwa asli yang terjadi di parkiran masjid sebelumnya.

"Yo solato tapi ojo ngunu," jawab si pemotor dengan menggunakan frasa bahasa yang sama seperti si perekam video.

(Artinya: silahkan salat saja, tapi jangan begitu)

Selanjutnya, si perekam video berupaya membantah bahwa dirinya tidak terima jika diancam oleh si pemotor dengan cara mengeluarkan dan menodongkan benda yang disebut-sebut sebagai pistol.

"Terus masalahe opo sampean tokno pistol," bantah si perekam video tersebut.

(Artinya: lantas masalahnya apa kok sampai membuat Anda mengeluarkan pistol)

Baca Juga: Kronologi Cekcok Komunitas Yamaha NMAX vs Truk Pertamina di Deli Serdang

Diduga tak ingin terus menerus disudutkan selama percekcokan yang terjadi di antara keduanya.

Apalagi, si perekam video tampak terus menerus merekam momen tersebut.

Tampak si pemotor kembali berkelit dan tak dinyana-nyana proses perekaman video tersebut terhenti mendadak tanpa diketahui penyebab secara pasti.

Apakah memang perekam video tersebut sengaja dihentikan oleh si perekam sendiri. Atau, karena dengan sengaja dihentikan oleh si pemotor dengan cara menampiknya.

Atau, alat perekam video yang diduga kuat merupakan ponsel itu, terjatuh dengan sendirinya.

"lho lapo koen iku (artinya: lho ngapain kamu)," jawab si pemotor tersebut.

Sejumlah warganet merespon adanya video viral tersebut. Kebanyakan dari mereka berkomentar agar pihak aparat setempat menelusuri kebenaran kejadian seperti viral itu.

Lalu, pihak yang benar-benar bersalah segera membuat pernyataan resmi dan permohonan maaf secara terbuka agar diketahui masyarakat luas.

Baca Juga: Cair Bulan Juni 2025, Gaji Pemotor di Bawah Rp 3,5 Juta Dapat Bantuan Pemerintah

"Plat nomor wes jelas, lek polisi gak gelem bertindak yo kebacut," tulis komentar dari akun IG @hry1606

(Artinya: pelat nopol motor sudah jelas. Kalau Polisi tidak mau bertindak, ya keterlaluan)

"Viralno mas... Opo gaya gaya an Nang Embong ky Embong e Dewe ae," tulis komentar dari akun IG @dindamaya1300

(Artinya: Viralkan saja, masa bergaya-gaya di jalanan seperti jalanan itu miliknya sendiri)

"Ngenteni klarifikasi karo permohonan maaf," tulis komentar dari akun IG @zhugeng_ajah0517

(Artinya: Menunggu klarifikasi dan permohonan maaf pihak yang terlibat)

Bahkan, ada beberapa warganet yang mencurigai jikalau alat pistol yang dimaksud itu bukan senjata api sungguhan melainkan sebatas alat pemantik api atau korek yang bermodel bentuk menyerupai pistol.

"Korek paling iku mek gae meden2 i," tulis komentar dari akun IG @rahmat.nurman_

Dikutip dari Tribun Jatim, kejadian seperti dalam video viral tersebut berlokasi di kawasan Jalan Lontar, Lontar, Sambikerep, Surabaya, Jalan Niaga Gapura, Lontar, Sambikerep, Surabaya.

Namun belum diketahui kapan peristiwa tersebut terjadi. Lalu bagaimana duduk perkara terkait dugaan permasalahan penodongan senjata api yang disebut-sebut berbentuk pistol.

Lalu, berdasarkan pantauan video tersebut, si pemotor tersebut diduga kuat berjenis kelamin laki-laki, tampak memakai sepatu bot warna hitam yang khas seperti personel pasukan yang ditugaskan khusus di lapangan.

Ia memakai jaket warna hitam dengan membawa tas ransel yang didekap pada bagian dadanya. Motor yang dipakai dikendarainya adalah motor Honda Beat warna hitam.

Si pemotor itu tampak membonceng seorang wanita yang mengenakan jaket warna abu-abu, berhelm warna hotam, berkerudung, berkacamata, dan sedang memanggul tas ransel warna merah di punggungnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Nainggolan mengatakan, pihaknya sudah memantau adanya video amatir tersebut di medsos.

Namun, alangkah baiknya ia mengimbau agar pihak yang terlibat dalam momen kejadian seperti dalam tersebut, lalu merasa dirugikan dari aspek apapun, dapat segera melapor ke markas kepolisian terdekat dan Mapolrestabes Surabaya.

"Kami telah memonitor video yang beredar itu. Kami mengimbau bagi pihak yang merasa keberatan atas kejadian seperti dalam video itu, bisa segera melapor ke mapolsek terdekat, atau ke Polrestabes Surabaya," ujarnya dikutip dari TribunJatim.com, pada Kamis (5/6/2025).