Find Us On Social Media :

Digetok Biaya Parkir Rp 600 Ribu Dokter di Medan Curhat, Walikota Turun Tangan

By Selasa, 10 Juni 2025 | 11:00
Ilustrasi, seorang dokter mendadak viral setelah curhat kena biaya parkir Rp 600 ribu per bulan di RSUD dr Pirngadi Medan. (Warta Kota)

"Di rumah sakit mana pun, khususnya rumah sakit pendidikan, baik pegawai, dokter spesialis, dokter jaga, koas, maupun PPDS itu parkirnya gratis. Ini malah bayar, bahkan ada PPDS yang dari pagi sampai sore bayarnya Rp 30 ribu/hari. Ini sudah seperti bisnis. Saya tidak setuju," tegas Deni.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu buka suara soal viralnya protes dokter dan pegawai RS Pirngadi Medan, Jumat (6/6/2025). (Tribun Medan)

Ia pun meminta Wali Kota Medan, Rico Waas, untuk mengevaluasi kebijakan tersebut dan memberikan akses parkir gratis bagi seluruh pegawai rumah sakit, termasuk koas dan PPDS.

"Kalau kami pegawai dan koas digratiskan saja, pakai akses kartu. Kami mohon," katanya.

Deni juga menyebut, beberapa pegawai bahkan sempat ditawari negosiasi tarif parkir bulanan, dari Rp 600 ribu menjadi Rp 200 ribu, yang menurutnya tetap tidak pantas.

Baca Juga: Pemotor Todongkan Pistol ke Pejalan Kaki di Surabaya, Cekcok Parkiran Masjid

Menanggapi viralnya kasus di atas, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas langsung mengungkap pendapat.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas buka suara terkait viralnya keluhan dokter dan pegawai soal tarif parkir kendaraan di RSUD dr Pirngadi Medan.

Rico janji akan melakukan pengecekan ulang terhadap tarif parkir yang dinilai jadi ajang bisnis.

"Pastinya saya akan cek lagi harganya. Kalau tidak salah, sudah ada klarifikasi dari pihak penyedia parkir. Jadi mungkin ada kesalahpahaman," kata Rico Waas, Jumat (6/6/2025).

Menurut Rico, tarif parkir di RSUD dr Pirngadi sebenarnya tergolong wajar.

Ia menyebutkan, dari hasil pengecekan sementaranya, tarif parkir harian di rumah sakit tersebut berkisar Rp 3.000 hingga Rp 5.000.

"Jadi saya rasa tidak segitu besarannya. Kalau yang Rp 600 ribu itu untuk parkir bulanan pekerja dan dokter di sana," ucapnya.