Find Us On Social Media :

Razia Gabungan Operasi Patuh Jaya 2025 Siap Digelar, Motor Jadi Incaran?

By Rabu, 09 Juli 2025 | 11:00
Razia gabungan Operasi Patuh Jaya 2025 segera digelar, targetnya bukan motor melainkan truk yang kelebihan beban (ODOL). (Kompas.tv)

MOTOR Plus-online.com - Polisi akan kembali menggelar razia gabungan Operasi Patuh Jaya 2025.

Sasarannya apakah pemotor yang melakukan pelanggaran lalu lintas?

Korlantas Polri akan menggelar Operasi Patuh Jaya 2025 di seluruh Indonesia.

Ternyata target Operasi Patuh bukan motor melainkan penertiban kendaraan kelebihan dimensi dan beban (truk odol).

Operasi patuh ini rencananya akan mulai digelar pada Senin, 14 Juli 2025. Menanggapi hal itu Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries pun membenarkan.

"Yang memang akan kita fokuskan pada pelaksanaan penegakan hukum, terutama kepada kendaraan yang over dimensi dan over load ini, dan ini akan kita laksanakan serentak seluruh Indonesia," kata Aries melalui keteranganya, Selasa (8/7/2025).

Tak hanya itu, operasi patuh ini ditujukan untuk menciptakan kondisi lalu lintas Kamseltibcarlantas dalam rangka mensukseskan pencanangan hari keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

Namun, penegakan hukum ini adalah langkah terakhir.

Baca Juga: Parkir Liar di Trotoar Grogol Gak Takut Razia Pentil, Sudinhub Jakbar Siapkan Cara Ini

Aries menyebut pihaknya akan melakukan sosialisasi dan peringatan terlebih dahulu.

Kombes Aries menjelaskan bahwa peringatan Hari Keselamatan Lalu Lintas akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan “Safety Week”.

“Jadi upaya-upaya yang memang akan kita lakukan untuk mensukseskan pencanangan hari keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan di tanggal 19 September ya jadi hari keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan itu tanggal 19 September tanggal 17 itu hari transportasi tanggal 19 hari keselamatan tanggal 22 September itu hari lalu lintas jadi digabungkan selama satu minggu dalam bentuk program safety week,” tambahnya.

Operasi Patuh akan dilakukan secara serentak dengan pola penindakan hukum dan upaya pre-emptive yang dilaksanakan bersamaan di seluruh wilayah.

Petugas yang bertugas di jalan tol nantinya akan diperbantukan (BKO) ke Polda setempat, dan seluruh laporan kegiatan akan digabungkan di tingkat wilayah.

“Kita menertibkan administrasi karena ini operasi mandiri kewilayahan rekan-rekan nanti yang bertugas di tol terutama itu nanti akan statusnya BKO ke Polda-Polda wilayah tersebut jadi pelaporannya akan gabung ke wilayah,” jelas Kabag Ops.

“Berkaitan penegakan hukum kepada kecelakaan atau pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan maupun fatalitas korban kedua pelanggaran-pelanggaran memang viral atau menjadi atensi di wilayah tersebut ya kemudian pelanggaran-pelanggaran yang menjadi atensi,” tutupnya.