Jika terus dibiarkan, mesin akan kekurangan pelumas dan berakibat pada kerusakan komponen mesin.
3. Spesifikasi Oli Tidak Sesuai Spesifikasi Mesin
Kekentalan oli yang tidak sesuai rekomendasi akan menyebabkan tarikan motor menjadi lebih berat.
Jadi, sebaiknya sesuaikan dengan spesifikasi rekomendasi pabrikan.
4. Piston dan Ring Piston Aus.
Volume oli yang cepat habis bisa disebabkan karena kerusakan pada komponen piston.
Baca Juga: Bantu Konsumen Identifikasi Oli Asli, Yamaha Sediakan Hadiah Miliaran Rupiah
Ring piston yang sudah aus akan menyebabkan ring piston menjadi kendur, sehingga udara akan masuk ke ruang oli dan menyebabkan turunnya tekanan kompresi mesin.
Umumnya, kerusakan ini dapat dideteksi dari keluarnya asap yang cukup banyak akibat dari oli yang ikut terbakar.
5. Pemakaian Motor Tidak Normal
Berkendara secara ugal-ugalan akan menyebabkan oli menjadi cepat habis.
Hal ini akibat dari penggunaan throttle atau bukaan gas yang tidak beraturan, serta sering memacu motor dengan bukaan gas hingga menyentuh limit rpm.
Kondisi jalan yang macet dan mengharuskan berkendara secara stop and go juga bisa membuat oli menguap dan berkurang.