MOTOR Plus-online.com - Astra Honda sambangi SMKN 5 Kabupaten Tangerang, sharing teknologi Honda PCX 160 RoadSync.
Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta - Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) dengan dukungan PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menggelar program edukasi bertajuk Astra Honda Berbagi Ilmu (AHMBI).
Kegiatan berlangsung di SMK Negeri 5 Kab. Tangerang, Kamis, 14 Agustus 2025, upaya memperkuat keterhubungan antara dunia industri dan pendidikan vokasi.
Acara ini menghadirkan sesi sharing informasi teknologi Honda PCX 160 RoadSync.
Melalui paparan tim vokasi AHM, acara yang dihadiri ratusan siswa mendapatkan penjelasan detail mengenai fitur, sistem konektivitas, serta teknologi yang menjadi keunggulan produk.
Program AHMBI juga menjadi wadah pendekatan antara industri dengan sekolah SMK binaan, sekaligus dukungan nyata terhadap peningkatan kompetensi siswa vokasi.
Kunjungan yang dilakukan oleh WMS dan AHM ke sekolah diharapkan dapat menginspirasi siswa sekaligus terus mengembangkan keterampilan, mengikuti perkembangan teknologi, serta memahami kebutuhan dunia kerja.
Para siswa menyambut kegiatan ini dengan antusias.
Baca Juga: Promo Spesial Merdeka, Wahana Honda Kasih Diskon Jutaan Rupiah dan Banyak Keuntungan Lainnya
Mereka mendapatkan kesempatan bertanya langsung kepada pengajar mengenai fitur canggih di Honda PCX 160 RoadSync, termasuk integrasi smartphone, navigasi serta sistem keamanan yang disematkan. Interaksi ini memperkaya pemahaman mereka terhadap standar teknologi industri otomotif terkini.
“Melalui Astra Honda Berbagi Ilmu, kami ingin membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan terkini, khususnya terkait teknologi sepeda motor Honda. Ini juga menjadi langkah untuk mempersiapkan mereka memasuki Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan lebih percaya diri dan siap bersaing,” ucap Head of Technical Service Department PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto.
Kegiatan ini merupakan implementasi kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) Honda, yang dirancang untuk selaras dengan kebutuhan industri.
Kurikulum ini tidak hanya fokus pada pembelajaran teknis, tetapi juga membentuk karakter kerja yang disiplin, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga relevan bagi dunia pendidikan vokasi.