Find Us On Social Media :

Pengakuan Driver Ojol Korban Kekerasan, Tidak Ikut Demo Dipukuli Aparat Ponsel Lenyap

By Selasa, 02 September 2025 | 17:43
Moh Umar Amirudin, diver ojol menjadi korban pengeroyokan aparat saat kericuhan pecah di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). (Tribun Jabar)

MOTOR Plus-online.com - Moh. Umar Amirudin (30) mengungkapkan fakta dirinya jadi korban kekerasan aparat.

Pengakuan driver ojol korban kekerasan, tidak ikut demo dipukuli aparat ponsel lenyap.

Umar menceritakan kronologi kejadian yang ia alami pada Kamis (28/8/2025) malam.

Dia mengatakan, saat itu ia baru saja menurunkan penumpang dan hendak beristirahat setelah salat magrib di sebuah masjid yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Usai salat magrib, ia melihat karumunan orang-orang di depan masjid.

Umar pun lantas melihat keramaian tersebut.

Ternyata saat itu polisi tengah membubarkan warga yang sedang melihat kericuhan demonstrasi.

"Saya habis narik, abis nurunin penumpang terus ke masjid buat salat magrib," ujar Umar kepada Tribun Jabar melalui panggilan video, Senin (1/9/2025).

Baca Juga: 7 Polisi Ditangkap Polisi Usai Driver Ojol Terlindas Rantis Brimob, Ini Permintaan Kapolri

"Lagi istirahat di masjid habis salat magrib lihat di depan masjid ramai, polisi lagi bubarin warga yang lihat demo," imbuhnya.

"Jadi bukan yang demo, kan di situ banyak warga berkumpul lihat demo, nah dibubarin sama polisi," papar Umar.